Titik membentuk garis
garis membentuk kurva
kurva membentuk lekuk
lekuk-lekuk membentuk wajahmu
raster itu berkotak-kotak
berjajar remang di sudut ruang
bersama gradasi tanpa bayang-bayang
kau goreskan pattern di kanvas kosong
mengtransformasi tiap kegilaan
membentuk sebuah keteraturan....gambar
Rabu, 11 September 2013
Rahasia Titik-titik
titik itu bukan tanda di akhir kalimat
titik adalah sinyal membuat kalimat baru
titik itu bukan sebuah pusat
titik titik titik yakni rahasia di akhir kalimat
setelah titik, spasi, jeda, dan waktu mendarat
mengingatkan awal kalimat untuk diisi sang kapital
kapital yang mengawali awal
pembuatan kalimat baru
melupakan kisah-kisah lalu
titik adalah sinyal membuat kalimat baru
titik itu bukan sebuah pusat
titik titik titik yakni rahasia di akhir kalimat
setelah titik, spasi, jeda, dan waktu mendarat
mengingatkan awal kalimat untuk diisi sang kapital
kapital yang mengawali awal
pembuatan kalimat baru
melupakan kisah-kisah lalu
Lingkaran Amal
lingkaran
orbit membentuk cincinnya dan kita bak partikel berkelana
matahari di tengahnya sebagai poros perputaran kita...hidup di dunia
kata pak ustadz dalam lingkaran ada pusat
kelak kita akan mengelilinya
tujuh kali sambil mengucap dalil firmannya
oh sepertinya bukan
kata pak guru dalam lingkaran itu tanda merah ber-angka nol besar
jika tidak remidial, maka hidup kita digantungkan
oh salah
oh apa benar
kata orangtuaku dalam lingkaran itu ada lintasan-lintasan
lalu, di dalam ataukah di luar itu pilihan
kita terawang, kita tentukan, kita rasakan, lalu kita amalkan
ah entahlah
dalam lingkaran, jauh dari sudut-sudut tajam
dalam lingkaran, katanya aman
orbit membentuk cincinnya dan kita bak partikel berkelana
matahari di tengahnya sebagai poros perputaran kita...hidup di dunia
kata pak ustadz dalam lingkaran ada pusat
kelak kita akan mengelilinya
tujuh kali sambil mengucap dalil firmannya
oh sepertinya bukan
kata pak guru dalam lingkaran itu tanda merah ber-angka nol besar
jika tidak remidial, maka hidup kita digantungkan
oh salah
oh apa benar
kata orangtuaku dalam lingkaran itu ada lintasan-lintasan
lalu, di dalam ataukah di luar itu pilihan
kita terawang, kita tentukan, kita rasakan, lalu kita amalkan
ah entahlah
dalam lingkaran, jauh dari sudut-sudut tajam
dalam lingkaran, katanya aman
Entah Puisi Bukan
Tik tik tik
bunyi hujan menggelitik menghapus terik
lama tak jumpa buat hati makin tertarik
pada suasana manja ingat nada suara si cantik
ting ting ting
bukan lagu simphoni ayu ting ting
ataupun penjual bakmi keriting
tapi sihir hujan diatas genting
memaksa mata ini untuk berkerling
*bukan puisi*
bunyi hujan menggelitik menghapus terik
lama tak jumpa buat hati makin tertarik
pada suasana manja ingat nada suara si cantik
ting ting ting
bukan lagu simphoni ayu ting ting
ataupun penjual bakmi keriting
tapi sihir hujan diatas genting
memaksa mata ini untuk berkerling
*bukan puisi*
Hujan Menyusup Pelan
Hujan menyapa tanah kering di celah-celah paving
menyusup diantara daun,ranting,menuju ke akar
bergerombol bersoliter menyerang
mengeroyok dan menggelegar
bak iring-iringan pemadu padan suara
bernyanyi membawa melodi mesra
sedu sedan dibalut sihir nyata
selipkan duka
buyarkan logika sementara
menyusup diantara daun,ranting,menuju ke akar
bergerombol bersoliter menyerang
mengeroyok dan menggelegar
bak iring-iringan pemadu padan suara
bernyanyi membawa melodi mesra
sedu sedan dibalut sihir nyata
selipkan duka
buyarkan logika sementara
Nyalakan Fajar pada Mega Pagi
di malam yang berjinjit menua
sebuah jiwa tersungkur
menunggu waktu yang raib berpaling
banyak pikir buat kemantapan bergelincir
…betul, ini suatu yang sulit
membelit sel otak yang kian terjepit
semburat hati menyuruhku menyeberang lintas bianglala
namun marka putih membatasi
ingin kutinggalkan jangkar di malam yang panjang
sayang kapal terus saja berlayar
dengan penuh peluh berpuluh puluh
tangan ini mengepal sungguh-sungguh
memompa tenaga renta
untuk melepas harimau disekitarnya
ah, rekaan latar yang sama, tapi untukku berbeda
atau..mungkin kulupa, semua milik dzat diatas sana?
Tuhanku, nyalakan cahaya pada mega pagi
jentikkan jemari sekelebat selubungi malam yang pekat
mainkan dawai kecapi itu, lagi
sebuah jiwa tersungkur
menunggu waktu yang raib berpaling
banyak pikir buat kemantapan bergelincir
…betul, ini suatu yang sulit
membelit sel otak yang kian terjepit
semburat hati menyuruhku menyeberang lintas bianglala
namun marka putih membatasi
ingin kutinggalkan jangkar di malam yang panjang
sayang kapal terus saja berlayar
dengan penuh peluh berpuluh puluh
tangan ini mengepal sungguh-sungguh
memompa tenaga renta
untuk melepas harimau disekitarnya
ah, rekaan latar yang sama, tapi untukku berbeda
atau..mungkin kulupa, semua milik dzat diatas sana?
Tuhanku, nyalakan cahaya pada mega pagi
jentikkan jemari sekelebat selubungi malam yang pekat
mainkan dawai kecapi itu, lagi
Mawar Kuburan
Mawar di vas
Aduduh cantiknya
Mawar tanpa tangkai
Mau jadi apa?
Mahkotanya lepas
Tertabur di atas kuburan
Menjadi wangi-wangian
Langganan:
Postingan (Atom)